GORONTALO — Aktivitas pelayaran di perairan selatan Gorontalo diprediksi menghadapi kondisi menantang selama dua hari ke depan. Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Tahir Laendeng, menyampaikan bahwa potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang akan terjadi di Teluk Tomini.
Peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG Gorontalo ini berlaku mulai Rabu (5/8) pukul 08.00 WITA hingga Kamis (6/8) pukul 08.00 WITA. Kondisi ini dipicu pola angin yang bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 20 knots.
Pemicu Gelombang: Bibit Siklon Tropis 94W
Tahir menjelaskan, peningkatan tinggi gelombang ini tidak lepas dari pengaruh Bibit Siklon Tropis 94W yang terpantau berada di wilayah utara Indonesia. Fenomena atmosfer ini berdampak langsung terhadap pola angin dan tekanan udara di perairan selatan Gorontalo, sehingga memicu terbentuknya gelombang yang lebih tinggi dari biasanya.
Meski masuk kategori sedang, gelombang setinggi ini tetap berisiko bagi kapal-kapal kecil dan nelayan tradisional yang menggunakan perahu bermotor berukuran di bawah 10 GT. Para operator kapal barang dan penumpang juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi rute pelayaran di kawasan tersebut.
Keselamatan Prioritas Utama, Ini Imbauan BPBD
Menghadapi kondisi ini, BPBD Provinsi Gorontalo menegaskan agar masyarakat pesisir tidak memaksakan diri untuk beraktivitas di laut apabila cuaca mulai memburuk. Tahir menekankan bahwa keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada kehilangan waktu melaut.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau nelayan dan seluruh pengguna transportasi laut untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak memaksakan berlayar apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan," ujarnya di Gorontalo, Senin.
Para nelayan yang hendak melaut dalam dua hari ke depan disarankan untuk memantau perkembangan informasi cuaca terlebih dahulu. Jika kondisi di lapangan dirasa tidak aman, menunda keberangkatan adalah langkah paling bijak dibandingkan mengambil risiko di tengah laut.
Koordinasi dengan BMKG Terus Diperkuat
BPBD Provinsi Gorontalo memastikan akan terus berkoordinasi dengan BMKG Gorontalo dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi cuaca secara real-time. Setiap pembaruan informasi peringatan dini akan segera disampaikan kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir.
Masyarakat di pesisir Teluk Tomini diharapkan tetap tenang namun waspada. BPBD juga meminta warga untuk mengikuti arahan pemerintah daerah serta pihak berwenang apabila terjadi perubahan cuaca yang berpotensi menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang atau hujan lebat yang menyertai gelombang tinggi.