GORONTALO — Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, angkat bicara soal kasus penikaman sadis yang menimpa seorang istri di Kota Gorontalo. Pelaku yang tak lain adalah suami korban diduga kuat mengalami gangguan kejiwaan, sehingga perlu pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan kondisinya.
"Sungguh sadis," ujar Adhan usai menjenguk korban di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS), Senin lalu.
Korban Jalani Operasi 7 Jam, Luka Tusuk Hampir Tembus Jantung
Dari keterangan dokter yang menangani, korban harus melewati operasi panjang selama tujuh jam. Dari total 15 luka tusuk yang diderita, beberapa di antaranya berada di titik kritis. Satu tusukan nyaris menembus jantung, sementara bagian usus korban juga ikut terluka.
Kondisi ini menjadikan peristiwa tersebut sebagai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terparah yang pernah ditangani di Kota Gorontalo. Wali Kota menyebut kejadian ini merupakan peristiwa luar biasa dan pertama kali terjadi di wilayahnya.
Bukan Karena Cekcok, Aksi Sadis Terjadi Saat Suasana Romantis
Hal yang paling mengejutkan dari kasus ini adalah waktu kejadiannya. Penikaman dilakukan bukan di tengah pertengkaran atau perselisihan, melainkan dalam suasana yang tidak lazim untuk tindak kekerasan.
"Pelaku pasti punya gangguan jiwa, karena peristiwa pembacokan itu dilakukan bukan saat cekcok," tegas Adhan.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa pelaku mengalami tekanan psikologis atau gangguan mental serius yang memicu tindakan brutal di luar kewajaran.
Wali Kota Minta Pelaku Jalani Pemeriksaan Kejiwaan
Menanggapi kasus ini, Wali Kota Adhan mendorong aparat penegak hukum untuk memeriksa kondisi kesehatan jiwa pelaku secara menyeluruh. Langkah ini dinilai penting untuk mengungkap latar belakang tindakan sadis tersebut dan menentukan proses hukum yang tepat.
Meski demikian, Adhan enggan berspekulasi soal motif di balik penikaman itu. "Soal itu urusan pribadi mereka, tetapi sebagai Wali Kota saya harus melindungi rakyat saya yang sangat membutuhkan bantuan pemerintah," tuturnya.
Imbauan untuk Para Suami: Jangan Pilih Kekerasan
Di sela kunjungannya, Wali Kota menyampaikan imbauan keras kepada seluruh suami di Gorontalo untuk mampu mengendalikan emosi dan tidak menyelesaikan masalah rumah tangga dengan kekerasan.
Ia meminta agar setiap persoalan dalam rumah tangga diselesaikan dengan kepala dingin. Jika memang sudah tidak ada kecocokan, Adhan menyarankan agar pasangan mengembalikan istri atau suaminya dengan cara yang baik-baik kepada keluarganya masing-masing, bukan dengan tindakan brutal.
Pemerintah Kota Gorontalo, lanjut Adhan, akan memastikan korban mendapatkan pendampingan dan pemulihan pasca-operasi. Bantuan medis dan psikologis akan difasilitasi untuk memulihkan kondisi fisik maupun mental korban.