MARISA — Turnamen catur terbuka bertajuk Pohuwato Cup 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei. Gelaran yang dipusatkan di Alun-Alun Pantai Pohon Cinta ini tidak hanya menjadi ajang adu strategi, tetapi juga mempertegas posisi Kabupaten Pohuwato sebagai salah satu barometer catur di wilayah regional.
Ketua Percasi Kabupaten Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, mengonfirmasi bahwa turnamen ini diikuti oleh 150 peserta. Para atlet tersebut datang dari berbagai titik di Provinsi Gorontalo hingga merambah ke kabupaten dan provinsi tetangga, menunjukkan daya tarik kompetisi yang cukup luas di tingkat regional.
Pelaksanaan turnamen di ruang terbuka seperti Pantai Pohon Cinta memberikan atmosfer berbeda bagi para atlet. Selain konsentrasi pada papan hitam-putih, para peserta juga disuguhi suasana ikonik pusat keramaian di Marisa yang menjadi lokasi strategis bagi penyelenggaraan acara publik di Bumi Panua.
Kesuksesan agenda ini disebut tidak lepas dari kontribusi besar Yosar Ruiba, atau yang akrab disapa Bang Oca. Abdul Hamid Sukoli menegaskan bahwa Oca merupakan figur paling penting yang memberikan motivasi serta inspirasi sehingga turnamen skala regional ini dapat terlaksana dengan baik.
"Mohon maaf bukan untuk mencari validasi kita semua berperan dalam kegiatan ini, namun ada sosok yang paling penting dan strategis dalam agenda ini, saya menyapanya Bang Oca," tutur Abdul Hamid saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.
Yosar Ruiba sendiri dikenal sebagai seorang master yang telah mendedikasikan waktunya untuk dunia catur sejak usia remaja. Pengalamannya di meja catur sudah terbentuk kuat sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), menjadikannya salah satu rujukan utama bagi komunitas pecatur di Pohuwato.
Kedekatan Yosar dengan dunia catur memiliki cerita unik yang membekas di ingatan rekan-rekannya. Abdul Hamid menceritakan bagaimana dedikasi Yosar terhadap olahraga ini sering kali membuatnya mengesampingkan hal lain demi mengasah kemampuan bertanding.
“Saya dan Yosar itu satu angkatan, dulu dia sering terlambat masuk sekolah dan alasannya karena semalam main catur dengan almarhum Yusuf Monoarfa,” ujar Abdul Hamid mengenang masa lalu sang master.
Melalui penyelenggaraan Pohuwato Cup 2026, Percasi berharap munculnya bibit-bibit baru yang memiliki semangat serupa. Sosok Yosar diharapkan tetap menjadi motor penggerak dan inspirasi bagi generasi muda di Gorontalo untuk lebih mencintai dan menekuni olahraga catur secara profesional di masa depan.