GORONTALO — Kantor Desa Botutonuo mendadak berubah menjadi pusat keramaian saat program BPJS Ketenagakerjaan dengan potongan harga setengah dari biaya normal dibuka. Dalam sehari saja, lebih dari 100 warga tercatat mendaftar, memadati ruang pelayanan sejak pagi hingga petang.
Petugas desa kewalahan mengatur antrean. Pelayanan yang sedianya berakhir siang terpaksa diperpanjang hingga sore hari. “Antusiasme warga sangat tinggi,” ujar seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya.
Diskon 50 persen ini berlaku untuk iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Warga hanya perlu membayar setengah dari tarif normal per bulan.
Program ini menyasar pekerja informal dan warga desa yang selama ini belum terlindungi jaring pengaman sosial ketenagakerjaan. Dengan iuran yang lebih ringan, diharapkan partisipasi masyarakat meningkat drastis.
Kepala desa setempat menyebut bahwa sebagian besar warga bekerja sebagai petani, nelayan, dan buruh harian. Selama ini, mereka kerap kesulitan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan karena besaran biaya yang dianggap memberatkan.
Diskon 50 persen menjadi angin segar. Warga yang tadinya ragu kini berbondong-bondong mendaftar. Mereka menganggap program ini sebagai bentuk perlindungan nyata bagi keluarga jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian.
Pemerintah Desa Botutonuo berencana membuka pendaftaran gelombang kedua jika animo masyarakat terus tinggi. Petugas juga akan melakukan jemput bola ke dusun-dusun terpencil agar seluruh warga terlayani.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong universal coverage BPJS Ketenagakerjaan di Gorontalo. Desa Botutonuo menjadi pilot project yang hasilnya akan dievaluasi untuk diterapkan di desa-desa lain.