GORONTALO — Kebiasaan begadang dan menyantap makanan di larut malam menjadi pola hidup yang sulit dihindari sebagian warga Gorontalo, terutama di kalangan pekerja dan pelajar. Namun, di balik rutinitas itu, risiko gangguan kesehatan mengintai jika tidak segera dikendalikan. Dokter di Kota Gorontalo mengingatkan bahwa tubuh memiliki jam biologis yang harus dihormati agar tetap berfungsi optimal.
Paparan cahaya buatan, terutama dari televisi dan ponsel, menjadi salah satu pemicu utama sulit tidur. Pada malam hari, cahaya lampu sebaiknya diredupkan dan penggunaan televisi maupun ponsel dihentikan beberapa jam sebelum tidur. Langkah sederhana ini membantu otak memproduksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur.
Jika kebiasaan ini diabaikan, risiko insomnia dan gangguan metabolisme meningkat. Warga yang sering begadang juga lebih rentan mengalami kenaikan berat badan karena pola makan yang tidak teratur.
Perubahan kecil dalam rutinitas malam hari bisa membawa dampak besar bagi kesehatan. Dokter menyarankan untuk mulai mengurangi intensitas cahaya ruangan sejak pukul 20.00 WITA dan mengganti aktivitas ponsel dengan membaca buku atau meditasi ringan. Hindari juga makanan berat setidaknya dua jam sebelum tidur agar sistem pencernaan tidak terbebani.
Kebiasaan ini jika diterapkan secara konsisten, dapat membantu warga Gorontalo menjaga kesehatan jangka panjang tanpa perlu mengubah gaya hidup secara drastis. Kesadaran akan pentingnya pola tidur yang baik menjadi kunci utama menghindari risiko penyakit degeneratif di masa depan.