Pencarian

Balintan Gorontalo Kendalikan Serangan Tikus di 20 Hektar Sawah Limehe

Rabu, 06 Mei 2026 • 12:14:02 WIB
Balintan Gorontalo Kendalikan Serangan Tikus di 20 Hektar Sawah Limehe
Tim Balintan Gorontalo melakukan pengendalian hama tikus di lahan sawah seluas 20 hektar di Desa Limehe Barat.

KABUPATEN GORONTALO — Puluhan hektar lahan padi sawah milik Kelompok Tani Ilomata di Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo, kini dalam penanganan intensif. Tim Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BALINTAN) Provinsi Gorontalo bergerak cepat menekan populasi hama tikus yang mulai meresahkan petani lokal sejak beberapa waktu terakhir.

Serangan ini bukan perkara kecil bagi warga setempat. Data lapangan menunjukkan intensitas kerusakan tanaman berada pada rentang 8 hingga 26 persen. Angka tersebut dinilai cukup signifikan untuk mengganggu target produksi padi di wilayah tersebut jika tidak segera ditangani dengan metode yang tepat.

Intensitas Serangan Tikus di Limehe Barat Capai 26 Persen

Tim fungsional BALINTAN terjun langsung ke lokasi setelah menerima laporan terkait eskalasi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Luasan 20 hektar yang terdampak menjadi fokus utama guna mencegah penyebaran hama ke area persawahan di sekitarnya yang lebih luas.

Sebagai langkah konkret, petugas bersama petani melakukan gerakan pengendalian massal menggunakan racun tikus secara terpadu. Upaya ini dilakukan serentak di seluruh titik koordinat lahan yang teridentifikasi memiliki lubang aktif maupun jalur perlintasan tikus.

Sebelum aksi di lapangan dimulai, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ilomata terlebih dahulu mendapatkan muatan bimbingan teknis (bimtek). Tim ahli memberikan pemahaman mendalam mengenai pola serangan tikus yang seringkali sulit diprediksi jika tidak dipahami siklus hidupnya secara ekologis.

Bagaimana Strategi Pengendalian Hama yang Efektif?

Materi bimbingan teknis meliputi pengenalan karakter OPT tikus, cara identifikasi tingkat kerusakan, hingga langkah pengendalian yang berkelanjutan. Petani diajarkan cara penempatan umpan yang tepat sasaran agar tidak merusak ekosistem sawah lainnya namun tetap mampu menekan populasi hama secara maksimal.

Kehadiran petugas di lapangan mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Limehe Barat. Kepala Desa Limehe Barat, Ridwan Ismail, menyebut intervensi pemerintah ini sangat krusial bagi keberlangsungan ekonomi para petani di tengah ancaman penurunan hasil panen.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah, terutama Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi Gorontalo, yang telah hadir membantu petani kami dalam mengatasi serangan tikus ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan produksi padi sawah di Desa Limehe Barat," ujar Ridwan Ismail.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (5/5/2026) ini juga melibatkan peran aktif Babinsa serta masyarakat tani setempat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga stabilitas stok pangan daerah, sekaligus meningkatkan pemahaman petani dalam menghadapi serangan hama serupa di masa mendatang.

Bagikan
Sumber: medgo.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks