POHUWATO — Anggota DPD RI Syarif Mbuinga meminta penyelenggaraan turnamen catur berskala besar di daerah memberikan efek berkelanjutan bagi peningkatan kualitas atlet lokal. Mantan Bupati Pohuwato dua periode itu menilai euforia kompetisi harus dibarengi dengan lahirnya bibit-bibit pecatur tangguh baru.
Dalam pembukaan yang berlangsung hangat tersebut, Syarif menyatakan dukungan penuhnya terhadap visi Ketua KONI setempat. Ia sepakat bahwa setiap kegiatan olahraga yang mengundang banyak peserta dari luar daerah wajib meninggalkan jejak prestasi yang terukur.
"Saya ingin menyampaikan selamat sukses atas event ini. Setuju saya dengan Ketua, bagaimana ini bisa ada dampak atau ada hasil turunannya," ujar Syarif di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Mengapa Turnamen Catur Harus Memberikan Hasil Turunan?
Syarif menekankan bahwa Pohuwato Cup 2026 merupakan momentum penting mengingat banyaknya ajang serupa di level regional maupun nasional yang akan datang. Dengan total 183 peserta yang bertanding, kualitas kompetisi ini dianggap menjadi standar baru bagi turnamen di Gorontalo.
Ia juga menyoroti keberagaman perlengkapan catur yang dibawa para peserta sebagai simbol kekayaan potensi olahraga ini. Menurutnya, antusiasme yang besar dari berbagai penjuru Indonesia harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi catur daerah di kancah yang lebih luas.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelancaran acara, Syarif menyatakan telah menyiapkan kontribusi khusus bagi panitia pelaksana. Meski enggan menyebutkan nominalnya, ia menyerahkan sepenuhnya pengaturan teknis bantuan tersebut demi kesuksesan kompetisi.
Kelakar Syarif Mbuinga Soal Rekam Jejak Ketua Percasi
Suasana pembukaan sempat diwarnai gelak tawa saat Syarif menceritakan testimoni mengenai Ketua Percasi Provinsi Gorontalo yang baru dilantik, Pak Beni. Syarif mengaku terkejut dengan lompatan karier rekannya tersebut yang langsung memimpin organisasi di tingkat provinsi.
Ia kemudian membagikan cerita dari Pak Wabup yang pernah berhadapan langsung dengan Pak Beni di atas papan catur. Menurut penuturan Syarif, hasil pertandingan tersebut justru berbanding terbalik dengan jabatan yang kini diemban sang ketua.
"Akhir dari testimoni Pak Wabup, beliau bilang begini, tidak tahu bagaimana itu sertifikat beliau dapat. Main dengan saya, kalah 2-0 Pak Beni," ucap Syarif yang langsung disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Di akhir sambutannya, Syarif mengajak seluruh pihak untuk memberikan apresiasi tinggi kepada panitia yang telah bekerja keras. Ia berharap keakraban yang terjalin selama pembukaan dapat terus terjaga hingga turnamen berakhir dan melahirkan juara-juara baru.