GORONTALO — Sebanyak 1.600 sampel pangan jajanan anak dan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di 100 sekolah di Provinsi Gorontalo akan diuji keamanannya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo bersama Satuan Karya Pramuka (SAKA) POM menargetkan pemecahan rekor Muri melalui pengujian seri dengan sampel terbanyak.
Kepala BPOM Gorontalo, Lintang Purba Jaya, mengatakan target ini dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan pangan di lingkungan sekolah.
"Hari ini kita melaksanakan kick-off untuk pemecahan rekor Muri bersama dengan Kwarda. Jadi kita punya SAKA POM, dan kita akan memecahkan rekor dalam hal ini keamanan pangan di 100 sekolah di seluruh Provinsi Gorontalo," ujar Lintang kepada awak media di lokasi kick-off, Selasa (09/06/2026).
Siswa SAKA POM Jadi Penguji, BPOM Awasi Mutu
Yang menarik, pengujian sampel tidak sepenuhnya dilakukan oleh pegawai BPOM. Lintang menjelaskan bahwa anggota SAKA POM yang telah mendapat pelatihan dan memiliki kompetensi akan menjadi ujung tombak pengujian ini.
"Yang melakukan pengujian ini adalah dari adik-adik SAKA POM yang sudah dilatih dan sudah memiliki kompetensi, tetap sesuai dengan kualitas dan mutu akan kami melakukan pengawasan," jelasnya.
Sampel yang diambil mencakup dua jenis: jajanan pangan anak sekolah yang dijual di lingkungan sekolah, serta sampel dari program MBG. Total minimal 1.600 sampel akan dikumpulkan dari 100 sekolah sasaran.
Masih Ada 10 Persen Jajanan Tak Penuhi Ketentuan
Kegiatan ini bukan tanpa alasan. Lintang mengungkapkan data tahun 2025 menunjukkan masih ada celah keamanan pangan yang perlu ditutup. Dari hasil pengawasan tahun lalu, persentase jajanan pangan aman di angka 80 hingga 90 persen.
"Dari hasil kami di tahun 2025, itu masih diangka 80 sampai 90 persen yang aman. Artinya masih ada space 10 persen ini yang terkait dengan pangan yang belum memenuhi ketentuan," pungkasnya.
Menurut Lintang, tujuan utama dari pemecahan rekor ini bukan sekadar mengejar angka. Lebih dari itu, BPOM ingin menanamkan kesadaran di setiap sekolah bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pengawas.
Kegiatan pengujian akan dilakukan secara seri di berbagai sekolah di Provinsi Gorontalo hingga seluruh target 1.600 sampel dan 100 sekolah terpenuhi.