Pencarian

Menag Nasaruddin Umar Dorong Masjid di Gorontalo Jadi Pusat Pemberdayaan Umat, Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Senin, 03 Agustus 2026 • 20:09:01 WIB
Menag Nasaruddin Umar Dorong Masjid di Gorontalo Jadi Pusat Pemberdayaan Umat, Bukan Sekadar Tempat Ibadah
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan arahan mengenai peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat di Gorontalo.

JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta pengurus masjid di seluruh Indonesia, termasuk di Gorontalo, mengubah paradigma pengelolaan tempat ibadah. Menurutnya, masjid seharusnya menjadi lokomotif pemberdayaan umat, bukan sekadar bangunan untuk ritual.

“Bukan umat yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat,” ujar Nasaruddin dalam keterangan resminya, Senin.

Teladan Masjid Nabawi: Pusat Pemerintahan dan Kemanusiaan

Menag mencontohkan fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat penyelesaian berbagai urusan masyarakat dan pemerintahan. Masjid Nabawi kala itu berfungsi layaknya sekretariat negara.

“Kita lihat masjidnya Rasulullah berfungsi sebagai sekretariat negara. Semua persoalan-persoalan pemerintahan diselesaikan di masjid. Jadi masjid itu adalah rumah besar untuk kemanusiaan,” kata Nasaruddin.

Ia menilai transformasi ini sudah mulai terlihat di sejumlah daerah. Banyak masjid yang kini dimanfaatkan sebagai posko pelayanan masyarakat, salah satunya saat arus mudik Lebaran.

Peran Strategis Imam: Dari Pemimpin Salat Menjadi Duta Perdamaian

Perluasan fungsi masjid ini menempatkan imam pada posisi yang kian strategis. Imam tidak hanya bertugas memimpin ibadah, tetapi juga menggerakkan fungsi sosial masjid agar menjadi pusat pelayanan dan penyebaran nilai perdamaian.

“Kita ingin imam Indonesia bukan hanya menjadi imam yang baik bagi jamaahnya, tetapi juga menjadi duta perdamaian Indonesia yang mampu membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung dunia,” tegas Nasaruddin.

IGIC 2026: 400 Imam Dunia Bakal Hadir di Indonesia

Semangat penguatan peran imam ini akan diwujudkan melalui penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Konferensi ini dirancang sebagai wadah memperkuat jejaring dan bertukar pengalaman tentang pengelolaan masjid di tingkat global.

Menag menargetkan sekitar 400 imam besar dari berbagai negara akan hadir dalam acara tersebut. Sejumlah tokoh penting dunia diusahakan untuk datang, termasuk Imam Besar Masjidil Haram Sheikh Sudais dan Grand Syekh Al-Azhar.

“Dari Amerika, dari Eropa, dari Jepang, Korea, semua imam-imam besar pada negara-negara terutama negara-negara besar itu akan datang secara simbolik di Indonesia,” ujar Nasaruddin.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks