GORONTALO — Warga Gorontalo harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli gula pasir lokal dibandingkan daerah lain di Indonesia. Berdasarkan data terbaru PIHPSN, harga komoditas ini di pasar modern provinsi tersebut menjadi yang tertinggi se-Indonesia, menembus Rp 23.000 per kilogram.
Angka ini tercatat pada Kamis, 13 Agustus 2026. Posisi Gorontalo ini sekaligus menempatkannya di atas Papua yang harus membayar Rp 22.750 per kg dan Papua Barat dengan harga Rp 20.350 per kg untuk komoditas yang sama.
Maluku dan Sumatera Utara Ikut di Atas Rata-rata
Selain tiga provinsi tersebut, harga gula pasir lokal di Maluku juga masih tinggi, yakni Rp 19.800 per kg. Sumatera Utara menyusul dengan banderol Rp 19.700 per kg.
Rata-rata harga harian nasional untuk gula pasir lokal di pasar modern pekan ini tercatat mengalami kenaikan tipis. PIHPSN mencatat angkanya berada di Rp 18.510 per kg, naik dari rata-rata pekan sebelumnya yang sebesar Rp 18.460 per kg.
21 Provinsi di Bawah Rata-rata, Banten Paling Murah
Di sisi lain, mayoritas provinsi di Indonesia justru mencatatkan harga di bawah rata-rata nasional. Sebanyak 21 provinsi berhasil menjual gula pasir lokal dengan harga lebih rendah dari patokan nasional.
Banten, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau menjadi tiga daerah dengan harga jual gula pasir lokal paling murah di tanah air. Kondisi ini menunjukkan disparitas harga yang cukup lebar antara wilayah barat dan timur Indonesia untuk komoditas pangan pokok ini.
Harga Stagnan di Level Tertinggi Sepanjang Catatan
Untuk wilayah Gorontalo sendiri, harga Rp 23.000 per kg tersebut bukanlah lonjakan baru. Berdasarkan catatan PIHPSN, harga jual tersebut tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan data sebulan lalu.
Angka ini juga merupakan level tertinggi yang pernah tercatat untuk harga gula pasir lokal di provinsi tersebut. Stagnasi di harga puncak ini menjadi indikator bahwa tekanan harga di tingkat konsumen belum mereda, meskipun pasokan di beberapa daerah lain mulai menunjukkan penurunan.