KOTA GORONTALO — Capaian produksi perikanan Gorontalo sepanjang tahun ini menunjukkan peran dominan sektor kelautan. Dari total 131.783,9 ton yang tercatat, produksi dari laut mencapai 129.325,4 ton, sedangkan perairan danau menyumbang 2.458,4 ton.
Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menyampaikan data tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (22/8/2026). Ia menegaskan bahwa angka ini menggambarkan besarnya aktivitas produksi yang berlangsung di wilayah perairan Gorontalo.
Bentang Pesisir 5 Kabupaten Jadi Andalan
Besarnya produksi laut tidak terlepas dari karakteristik wilayah Gorontalo yang memiliki kawasan pesisir membentang di sejumlah kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Boalemo, Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara, hingga Pohuwato.
Kondisi geografis ini membuat sektor perikanan laut menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Sebagian besar penduduk di kawasan pesisir menggantungkan pendapatan dari hasil melaut.
Danau Tetap Jadi Penopang Produksi
Meski kontribusinya hanya sekitar dua persen, produksi dari perairan danau tetap menjadi bagian yang menopang sektor perikanan daerah. DKP mencatat produksi danau mencapai 2.458,4 ton dari total keseluruhan.
Keberadaan perairan darat ini dinilai turut mendukung kebutuhan masyarakat yang tidak memiliki akses langsung ke laut, sekaligus memperkuat ketahanan pasokan ikan di pasar lokal.
Program Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Prioritas
Aryanto mengatakan, potensi kelautan dan perikanan yang ada perlu terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya. Pemerintah disebut memiliki peran dalam mendorong agar potensi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Potensi kelautan dan perikanan yang ada perlu terus dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung perekonomian daerah," ujarnya.
Salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir dilakukan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan nelayan di sejumlah wilayah Gorontalo.
Penguatan Pasar dan Rantai Distribusi
Di sisi lain, potensi produksi yang besar juga membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas. Produk perikanan yang dihasilkan masyarakat memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam maupun luar daerah.
Namun, pengembangan pasar tersebut tetap membutuhkan dukungan dari berbagai aspek. Mulai dari produksi, penanganan hasil, hingga distribusi agar kualitas ikan tetap terjaga sampai ke konsumen.
"Harapannya tentu produksi perikanan ini terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," kata Aryanto.
Keberlanjutan Jadi Kunci Jangka Panjang
Aryanto menambahkan, pengelolaan sumber daya perikanan harus dilakukan secara berkelanjutan agar potensi yang ada tetap bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang. Hal ini penting mengingat sebagian besar masyarakat Gorontalo bergantung pada aktivitas perikanan.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat berbagai program yang berkaitan dengan nelayan, pembudidaya ikan, pengolahan hasil perikanan, hingga perluasan akses pasar. Langkah tersebut penting agar besarnya potensi produksi tidak hanya tercermin dari angka, tetapi juga dirasakan melalui peningkatan pendapatan masyarakat.
"Yang paling penting bagaimana potensi ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan tetap dijaga keberlanjutannya," pungkasnya.