Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi edukasi bernama BUSA-BALI BUMIL di Desa Pentadio Timur, Kabupaten Gorontalo. Program ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam mendeteksi dini risiko tinggi kehamilan, sekaligus menekan angka kematian ibu dan anak di daerah tersebut.
GORONTALO — Keluarga menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan ibu hamil dari risiko kematian. Kesadaran itulah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meluncurkan media edukasi BUSA-BALI BUMIL di Kantor Puskesmas Pembantu Desa Pentadio Timur, Kabupaten Gorontalo.
Program bertajuk "BUSA-BALI BUMIL (Buku Saku dan Lembar Balik) Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan: Penguatan Peran Keluarga dalam Pendampingan Ibu Hamil" ini dirancang untuk membekali suami, anggota keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat dengan pengetahuan praktis mengenai tanda bahaya kehamilan.
Buku Saku untuk Suami, Lembar Balik untuk Kader
Inovasi ini menghadirkan dua media sekaligus. Buku Saku diperuntukkan bagi suami dan keluarga sebagai panduan praktis saat mendampingi ibu hamil sehari-hari. Sementara itu, Lembar Balik dirancang khusus untuk bidan desa dan kader kesehatan sebagai alat bantu saat memberikan penyuluhan kepada warga.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PK UNG, Ns. Indra, S.Kep., M.Kep., menjelaskan media edukasi ini memuat informasi yang mudah dipahami dan aplikatif. Materi yang disajikan mencakup jenis-jenis risiko kehamilan, faktor pemicu, hingga langkah konkret yang harus diambil ketika ditemukan kondisi berbahaya.
"Melalui media edukasi berupa Buku Saku dan Lembar Balik, ibu hamil, kader kesehatan, serta masyarakat memperoleh informasi praktis mengenai tanda bahaya kehamilan, faktor risiko, hingga langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pertolongan," ungkapnya.
Keluarga Garda Terdepan Penyelamat Ibu Hamil
Kehadiran program ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan tidak boleh berhenti pada ibu hamil saja. Keluarga, sebagai pihak yang paling dekat dan paling sering berinteraksi, memiliki posisi strategis untuk mengenali perubahan kondisi fisik ibu sejak dini.
Koordinator Desa KKN-PK UNG, Ahmad Syarief Bin Zein Suweleh, menyebut bahwa pengetahuan keluarga tentang tanda bahaya kehamilan akan mempercepat pengambilan keputusan. Ketika kondisi darurat terjadi, keluarga tidak akan panik dan segera membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Melalui BUSA-BALI BUMIL, edukasi kesehatan tidak hanya ditujukan kepada ibu hamil, tetapi juga kepada keluarga sebagai pendamping terdekat dan garda terdepan dalam mendeteksi risiko kehamilan," terangnya.
Dimanfaatkan Jangka Panjang oleh Desa
Kepala Desa Pentadio Timur, Rahman Adam, S.H., menyambut baik inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN-PK UNG. Menurutnya, media edukasi ini memiliki nilai lebih karena bisa terus digunakan oleh kader dan bidan desa meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
"Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kehamilan risiko tinggi serta memperkuat peran keluarga dalam mendampingi ibu hamil," ujarnya.
Dengan semakin cepat risiko dikenali oleh keluarga, semakin besar pula peluang ibu dan bayi mendapatkan pertolongan medis yang tepat waktu. Inovasi ini menjadi langkah nyata membangun budaya kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kegawatdaruratan kehamilan di tingkat desa.