GORONTALO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,12% ke level 5.387,91 pada perdagangan sebelumnya, membuka peluang penguatan lanjutan menuju area resistance 5.400-5.450. BNI Sekuritas memproyeksikan indeks menguji level itu pada perdagangan Jumat (23/10/2026), dengan catatan gagal tembus justru membuka risiko koreksi. Sejumlah saham sektor energi dan tambang masuk daftar pilihan analis untuk mencermati pergerakan indeks hari ini.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut level resistance IHSG berada di kisaran 5.400-5.450, sementara support di 5.250-5.300. Proyeksi itu disusun setelah indeks menutup sesi sebelumnya di 5.387,91, hanya sekitar 12 poin di bawah batas bawah resistance.
"Dan jika gagal break resist tersebut, potensi kembali koreksi," ujar Fanny dalam risetnya, Jumat (23/10/2026).
Net Sell Asing Rp 1,47 Triliun Masih Bayangi Pergerakan
Kenaikan indeks pada perdagangan sebelumnya belum diikuti aliran dana asing. Net sell asing tercatat Rp 1,47 triliun, dengan BBCA, TLKM, BBRI, BRIS, dan ASII menjadi saham yang paling banyak dilepas investor luar negeri.
Pola ini menunjukkan penguatan IHSG lebih banyak ditopang aksi beli domestik ketimbang masuknya dana baru dari luar. Bagi pelaku pasar, arah net sell asing pada sesi Jumat (23/10/2026) layak dicermati sebagai konfirmasi apakah penguatan indeks punya tenaga lanjutan.
Enam Saham Pilihan: dari Energi hingga Rokok
BNI Sekuritas menyertakan enam saham dalam rekomendasi untuk mengikuti proyeksi indeks hari ini:
- MEDC — sektor energi, sensitif terhadap pergerakan harga minyak
- MDKA — tambang mineral, terpengaruh harga logam global
- PACK — kemasan, terkait permintaan industri consumer
- PTRO — jasa penunjang energi
- INDY — batu bara dan energi
- HMSP — consumer/rokok, saham berkapitalisasi besar
Komposisi daftar itu condong ke sektor komoditas dan energi, bukan perbankan yang justru menjadi sasaran jual asing. Fanny tidak merinci level entry maupun target harga untuk masing-masing saham dalam kutipan riset yang dipublikasikan.
Apa Artinya bagi Investor di Sesi Jumat
Bagi pemegang saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI, tekanan jual asing menjadi sinyal yang perlu diwaspadai. Sebaliknya, pelaku pasar yang mencari eksposur ke komoditas bisa mencermati daftar saham energi dan tambang di atas.
Level 5.400-5.450 menjadi penentu arah jangka pendek. Tembus resistance membuka ruang penguatan lebih lanjut, sedangkan kegagalan di area itu berpotensi mengembalikan indeks ke kisaran support 5.250-5.300.
Proyeksi BNI Sekuritas ini bersifat teknikal dan bergantung pada arus transaksi aktual. Investor tetap perlu memantau data net buy/sell asing serta pergerakan harga komoditas selama sesi berjalan sebelum mengambil keputusan.