Pencarian

UNG Dampingi Nelayan Nike Leato Selatan Standarkan Produk Olahan dan Pemasaran Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 • 16:01:31 WIB
UNG Dampingi Nelayan Nike Leato Selatan Standarkan Produk Olahan dan Pemasaran Digital
Tim UNG mendampingi Kelompok Nelayan Nike Sultan di Leato Selatan, Kota Gorontalo, dalam program hilirisasi produk olahan ikan nike.

GORONTALO — Ikan nike yang selama ini dikenal sebagai hasil perikanan khas Gorontalo dinilai menyimpan nilai ekonomi lebih tinggi bila masyarakat mengolah dan memasarkannya dengan lebih baik. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menangkap peluang itu melalui program pengabdian yang menyasar Kelompok Nelayan Nike Sultan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo.

Program bertajuk "Akselerasi Hilirisasi Produk Olahan Ikan Nike melalui Standarisasi Produksi, Legalitas Usaha dan Pemasaran Digital" itu menempatkan kelompok nelayan sebagai mitra. Pendanaan berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek tahun 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Tiga Fokus Pendampingan: Standar Produksi, Legalitas, dan Pasar Daring

Tim UNG terdiri atas Reinal Putalan, M.Si, Mohammad Imran, M.Ars, dan Azisah Azzahra Sudirman, M.Si. Ketiganya menggarap tiga sisi yang saling terkait: standarisasi produksi, pengurusan legalitas usaha, dan pemasaran digital.

Standarisasi produksi menyangkut cara pengolahan agar mutu produk olahan ikan nike konsisten. Legalitas usaha dibutuhkan supaya produk bisa menembus pasar yang lebih luas. Pemasaran digital menjadi jalur untuk menjangkau pembeli di luar Gorontalo.

Hilirisasi Bukan Sekadar Menghasilkan Produk

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, menegaskan arah program ini. Hilirisasi hasil perikanan perlu diarahkan tidak hanya pada menghasilkan produk, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola produk tersebut sebagai bagian dari usaha.

Pernyataan itu menempatkan kapasitas warga sebagai ukuran keberhasilan. Produk olahan yang jadi tanpa kemampuan mengelola usaha dinilai belum menyelesaikan persoalan.

Mengapa Ikan Nike Punya Nilai Tambah

Ikan nike bukan sekadar komoditas harian. Sebagai hasil perikanan khas Gorontalo, ikan ini memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi bila diolah menjadi produk bernilai lebih tinggi.

Selama ini produk olahan ikan nike kerap dijual dalam bentuk sederhana tanpa standar mutu dan tanpa merek. Kondisi itu membuat harga jual sulit naik dan jangkauan pasar terbatas di sekitar Kota Gorontalo.

Melalui pendampingan, kelompok nelayan di Leato Selatan diarahkan memiliki prosedur produksi yang baku, dokumen usaha yang sah, serta kanal pemasaran daring. Ketiganya menjadi syarat dasar agar produk olahan ikan nike bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

Program ini juga menyasar keberlanjutan usaha kelompok, bukan hanya satu kali produksi. Dengan legalitas dan pemasaran digital, Kelompok Nelayan Nike Sultan diharapkan mampu mengelola produk secara mandiri setelah pendampingan berakhir.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: darilaut.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks