JAKARTA — Tren penurunan harga emas di pasar global belum berakhir. Pada periode pertama Agustus 2026, harga patokan ekspor (HPE) logam mulia ditetapkan sebesar 130.921,50 dolar AS per kilogram, turun 0,7 persen dibandingkan periode kedua Juli 2026 yang berada di angka 131.839,51 dolar AS per kilogram.
Penurunan serupa juga terjadi pada harga referensi (HR) emas yang kini dipatok di level 4.072,12 dolar AS per troy ounce. Angka ini turun dari posisi sebelumnya yang mencapai 4.100,67 dolar AS per troy ounce.
Dua Faktor Global yang Menekan Harga Emas
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menjelaskan, pelemahan ini bukan tanpa sebab. Ada dua tekanan utama yang datang dari pasar internasional.
Pertama, menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi. Kedua, kebijakan suku bunga yang masih bertahan di level tinggi membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil berkala seperti halnya obligasi atau deposito.
"Peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya permintaan emas di pasar global. Dengan pasokan emas dunia yang tetap memadai, situasi ini menciptakan tekanan yang memicu koreksi harga di pasar internasional," ujar Tommy dalam keterangan resminya, Sabtu.
Dasar Penetapan HPE dan HR Emas
HPE dan HR emas periode ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Regulasi ini berlaku untuk periode 1-14 Agustus 2026.
Penetapan angka tersebut mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA) serta data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Prosesnya melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Selain ESDM, kementerian dan lembaga yang terlibat dalam koordinasi ini meliputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Selama periode pengumpulan data, nilai emas tercatat turun sebesar 0,7 persen secara keseluruhan, yang pada akhirnya menjadi dasar koreksi HPE dan HR kali ini.