GORONTALO — Pembahasan perubahan anggaran tahun ini tidak hanya berputar pada angka, tetapi juga strategi menghadapi kondisi fiskal yang menuntut prioritas. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Idrus M. T. Mopili itu, pemerintah daerah membeberkan sejumlah program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa perubahan APBD 2026 merupakan langkah untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif di tengah keterbatasan anggaran. Salah satu sorotan utama adalah sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi warga.
Program IB Sapi: Keberhasilan 89 Persen dan Tekanan Aspirasi Warga
Pemerintah daerah memutuskan untuk mendorong optimalisasi program Inseminasi Buatan (IB) sapi. Langkah ini diambil di tengah tingginya aspirasi masyarakat yang menginginkan bantuan sapi, sementara anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dipaparkan dalam rapat, tingkat keberhasilan program IB menunjukkan angka yang signifikan. Rata-rata kebuntingan mencapai 89 persen saat pemeriksaan dilakukan sekitar dua bulan setelah proses inseminasi.
Anggaran Pertanian Rp 1,47 Miliar untuk Dryer hingga Benih Jagung
Di sektor pertanian, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp 1,47 miliar untuk mendukung produktivitas petani. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan dryer dan alat mesin pertanian (alsintan), termasuk alat pengukur kadar air jagung yang membantu petani meningkatkan kualitas hasil panen.
Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan benih jagung bagi petani yang mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan. Bantuan ini diproyeksikan untuk mendukung petani menghadapi musim tanam berikutnya.
Proyek Strategis 2027: Embarkasi Haji hingga Bendungan Bulango Ulu
Selain program dalam perubahan APBD 2026, pemerintah turut menyampaikan agenda strategis yang tengah dipersiapkan untuk 2027. Salah satunya adalah dukungan terhadap rencana pelebaran apron Bandara Djalaluddin untuk menunjang kebutuhan embarkasi haji.
Perkembangan pembangunan Bendungan Bulango Ulu juga menjadi perhatian. Proyek ini ditargetkan memasuki tahap penggenangan secara bertahap pada musim hujan tahun ini, sekitar Oktober hingga Desember. Pengisian bendungan diperkirakan membutuhkan siklus dua musim hujan untuk mencapai kondisi optimal.
Potensi air baku dari bendungan tersebut nantinya diarahkan untuk mendukung pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional. Untuk merealisasikan rencana ini, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementerian Pekerjaan Umum, serta menyiapkan kebutuhan lahan pendukung.
Sekolah Rakyat Boalemo Rampung dan Siap Beroperasi
Di sektor pendidikan, fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Boalemo dilaporkan telah rampung dan siap difungsikan secara operasional. Keberadaan sekolah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di daerah tersebut.
Setelah penyampaian penjelasan gubernur, agenda dilanjutkan dengan penyerahan naskah Ranperda dan Nota Keuangan Perubahan APBD 2026 kepada Ketua DPRD. Masing-masing fraksi DPRD kemudian menyampaikan pandangan umum dan seluruhnya menyatakan menerima Ranperda tersebut untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya.