Pencarian

Pertamina Dukung Peternak Rakyat, Salurkan 5.000 Ton Bahan Baku Pakan Lewat Koperasi LPER

Rabu, 19 Agustus 2026 • 11:19:32 WIB
Pertamina Dukung Peternak Rakyat, Salurkan 5.000 Ton Bahan Baku Pakan Lewat Koperasi LPER
Pertamina menyalurkan 5.000 ton bahan baku pakan ternak melalui Koperasi Produsen Usaha LPER di Gorontalo.

GORONTALO — Jeritan peternak rakyat soal harga pakan yang terus meroket akhirnya menemukan titik terang. Pertamina, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Koperasi Produsen Usaha LPER, berkomitmen merealisasikan penyaluran SBM sebanyak 5.000 ton pada tahap awal kerja sama.

Angka tersebut bukan sekadar komitmen di atas kertas. Realisasi penyaluran ini dirancang untuk langsung menyasar kebutuhan anggota koperasi yang selama ini kesulitan mengakses bahan baku pakan dengan harga wajar.

Memangkas Rantai Pasok, Menekan Harga Pakan

Skema kerja sama ini menjadi angin segar bagi para peternak. Selama ini, harga SBM yang fluktuatif kerap menjadi momok yang menggerus margin usaha peternakan rakyat. Dengan adanya kepastian pasokan langsung dari Pertamina, ketergantungan pada tengkulak atau rantai distribusi panjang bisa dipangkas.

Kehadiran BUMN di sektor hulu pakan ternak ini dinilai strategis. Pasalnya, SBM merupakan komponen utama pakan yang porsinya bisa mencapai separuh dari total biaya produksi. Ketika harga komoditas ini stabil, maka biaya operasional peternak ikut terkendali.

Koperasi Produsen Usaha LPER menjadi ujung tombak penyaluran. Mereka bertugas memastikan SBM yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh peternak anggota, bukan untuk spekulasi pasar.

Dampak Nyata bagi Peternak dan Ketahanan Pangan

Kebijakan ini bukan hanya soal bisnis, melainkan juga menjaga ekosistem peternakan nasional. Ketika peternak rakyat bisa berproduksi dengan biaya efisien, maka pasokan daging dan telur di pasar tetap terjaga. Pada gilirannya, harga pangan asal peternakan tidak melonjak liar yang memberatkan konsumen.

Bagi para peternak, kepastian pasokan 5.000 ton SBM ini memberikan ruang bernapas. Mereka tak lagi harus memburu bahan baku di tengah harga pasar yang tak menentu. Kemitraan ini juga membuka peluang untuk diperluas jika kebutuhan anggota koperasi terus bertambah.

Langkah Pertamina ini sekaligus menegaskan peran BUMN dalam menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan. Bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi hadir di lini yang paling dibutuhkan masyarakat kecil.

Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur dari seberapa cepat SBM sampai ke tangan peternak dan seberapa signifikan penurunan biaya produksi mereka. Jika berjalan mulus, skema serupa berpotensi direplikasi untuk komoditas pertanian lainnya yang selama ini menjadi titik lemah rantai pasok nasional.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rm.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks