GORONTALO — Sejak waktu Subuh, jamaah sudah memenuhi Masjid Agung Baiturrahim. Kapolda Gorontalo Irjen Pol Nurworo Danang S.I.K ikut dalam barisan sholat bersama jajaran kepolisian dan masyarakat setempat.
Kehadiran orang nomor satu di Polda Gorontalo itu bukan sekadar rutinitas ibadah. Usai sholat, ia duduk bersama warga dalam sesi dialog yang membahas persoalan lingkungan dan keamanan kampung.
Dialog Usai Subuh: Persatuan dan Kepedulian Antarwarga
Dalam pertemuan itu, Kapolda menekankan pentingnya menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian antarwarga. Ia menyebut komunikasi yang baik sebagai kunci menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
"Kebersamaan seperti ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan bersama," ujar Kapolda.
Dialog berlangsung santai. Warga yang hadir menyampaikan aspirasi langsung tanpa protokoler berlapis, suasana yang jarang terjadi dalam forum resmi kepolisian.
Citra Polri Humanis Lewat Pendekatan Keagamaan
Kegiatan sholat Subuh berjamaah ini menjadi bagian dari upaya membangun citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran pimpinan kepolisian dalam kegiatan keagamaan diharapkan menjadi contoh bahwa tugas menjaga keamanan berjalan seiring dengan membangun nilai moral dan spiritual.
Pendekatan lewat masjid dinilai efektif menyentuh warga di level akar rumput. Tidak perlu forum besar, cukup berbaur dalam ibadah subuh yang diikuti puluhan jamaah.
"Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, terjalin pesan kuat bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan Gorontalo yang aman, damai, dan penuh kebersamaan," tutupnya.
Sinergi Polri dan Warga Jadi Kunci Gorontalo Aman
Kapolda berharap pola pendekatan seperti ini terus berlanjut di wilayah lain. Silaturahmi lewat kegiatan keagamaan disebutnya lebih efektif membangun kepercayaan dibanding penyuluhan formal.
Jajaran kepolisian di tingkat polres dan polsek diminta meniru langkah serupa. Menyapa warga di masjid, mendengar keluhan langsung, lalu mencari solusi bersama.