Pencarian

Tugu Insurance Pimpin Konsorsium Asuransi Proyek Blok Masela, Nilai Investasi Tembus Rp 355 Triliun

Jumat, 07 Agustus 2026 • 10:41:31 WIB
Tugu Insurance Pimpin Konsorsium Asuransi Proyek Blok Masela, Nilai Investasi Tembus Rp 355 Triliun
Tugu Insurance ditunjuk sebagai pemimpin konsorsium asuransi untuk Proyek Strategis Nasional Blok Masela dengan nilai investasi mencapai Rp 355 triliun.

GORONTALO — Langkah Tugu Insurance di Proyek Strategis Nasional

Keterlibatan Tugu Insurance di Blok Masela bukan sekadar kontrak bisnis biasa. Perusahaan yang juga tercatat di bursa efek ini mendapat amanah menjadi leader konsorsium yang berisi sejumlah perusahaan asuransi yang dibentuk oleh SKK Migas. Mandat ini sekaligus menegaskan posisi TUGU sebagai pemain utama di segmen asuransi hulu migas nasional.

Direktur Teknik Tugu Insurance, Fadlil Iswahyudi, menyebut perannya sebagai koordinator utama seluruh anggota konsorsium.

"Tugas Tugu sebagai leader adalah mengoordinasikan seluruh anggota konsorsium, supaya semuanya bisa berjalan dengan baik," ujar Fadlil dalam Literasi Asuransi Energi Tugu Insurance di Jakarta, Kamis (6/8).

Skala Raksasa yang Butuh Kapasitas Global

Blok Masela bukan proyek kelas menengah. Fadlil menyebut proyek ini berpotensi menjadi salah satu proyek offshore terbesar di dunia dengan nilai investasi yang disebutnya bervariasi antara US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar—atau setara Rp 340 triliun sampai Rp 510 triliun.

Dengan skala sebesar itu, kapasitas pasar asuransi offshore global yang hanya sekitar US$ 5 miliar–US$ 6 miliar (Rp 85 triliun–Rp 102 triliun) tidak akan cukup untuk menutup seluruh risiko. Karena itu, perlindungan asuransi dilakukan lewat konsorsium yang menggabungkan kapasitas dari berbagai perusahaan asuransi dan reasuransi di sejumlah negara.

"Jadi kapasitas dari berbagai perusahaan di seluruh dunia akan dikumpulkan untuk meng-cover proyek Masela," kata Fadlil.

Ia menambahkan, TUGU juga harus memastikan terms and conditions sesuai kebutuhan klien dengan premi yang kompetitif dan berkelanjutan.

Dampak Ekonomi yang Luar Biasa

Secara teknis, Blok Masela mengembangkan Lapangan Gas Abadi yang terletak di Laut Arafura. Gas alam dari dasar laut akan dialirkan melalui jaringan pipa bawah laut menuju fasilitas produksi terapung atau FPSO untuk diolah menjadi LNG siap pasar.

Proyek ini diproyeksikan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik gas untuk kebutuhan domestik harian, serta kondensat hingga 35 ribu barel per hari.

Dari sisi penerimaan negara, Blok Masela diestimasikan menyumbang langsung sekitar US$ 37,8 miliar (Rp 680,8 triliun), plus kontribusi pajak tidak langsung US$ 6,43 miliar (Rp 115,8 triliun) selama masa konstruksi hingga operasi.

Efek berganda ke ekonomi daerah juga besar. Kontribusi terhadap perekonomian nasional diproyeksikan mencapai US$ 137,8 miliar (Rp 2.482 triliun), dengan peningkatan PDRB Provinsi Maluku sekitar US$ 95 miliar (Rp 1.711 triliun) dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$ 92 miliar (Rp 1.657 triliun).

Pasar Asuransi Energi Tumbuh Dua Digit

Proyek sebesar Masela datang di saat industri asuransi energi domestik sedang menanjak. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi energi offshore mencapai Rp 1,18 triliun hingga kuartal ketiga 2025, tumbuh 18% secara tahunan. Adapun premi asuransi energi onshore tercatat Rp 225 miliar, naik 18,4% year on year.

Laju ini jauh di atas pertumbuhan industri asuransi umum secara keseluruhan yang hanya 4,8% pada periode yang sama. Pertumbuhan didorong meningkatnya nilai proyek sektor energi, berlanjutnya investasi hulu migas, dan membaiknya disiplin underwriting.

Peluang baru juga terbuka dari percepatan transisi energi. Munculnya proyek energi baru dan terbarukan menciptakan kebutuhan perlindungan atas risiko operasional dan investasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Optimisme di Sektor Hulu Migas

Tren positif juga terlihat dari produksi migas nasional. Lifting minyak 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari—100,05% dari target APBN dan menjadi yang pertama dalam sembilan tahun terakhir tren produksi kembali naik. Lifting gas semester pertama 2025 tercatat 5.530 MMSCFD atau 97,4% dari target.

Pemerintah kian agresif dengan memperluas wilayah kerja migas menjadi 110 blok pada 2026, naik dari 75 blok tahun sebelumnya. Target investasi hulu migas tahun depan pun dipatok US$ 16 miliar.

Dengan portofolio proyek yang terus bertambah, posisi Tugu Insurance sebagai pemimpin konsorsium asuransi energi nasional semakin strategis. Blok Masela hanyalah satu dari sekian proyek besar yang akan menentukan arah industri ini ke depan.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks