Pencarian

IHSG Turun 0,94% ke 6.183 Usai BEI Terapkan FCA dan Harga Rp 1

Senin, 28 September 2026 • 11:06:31 WIB
IHSG Turun 0,94% ke 6.183 Usai BEI Terapkan FCA dan Harga Rp 1
IHSG melemah 0,94% ke level 6.183 pada pembukaan perdagangan Senin (28/9).

GORONTALO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,94% ke level 6.183 pada pembukaan perdagangan Senin (28/9), bersamaan dengan berlakunya batas harga minimum Rp 1 dan perubahan mekanisme Papan Pemantauan Khusus. Kapitalisasi pasar turun ke Rp 10.846 triliun dari Rp 10.929 triliun pada penutupan Jumat (25/9). Analis menilai koreksi indeks lebih ditentukan pergerakan saham kapitalisasi besar dan sentimen global, bukan semata kebijakan anyar BEI.

Bursa Efek Indonesia resmi mengubah aturan batas harga minimum saham menjadi Rp 1 dan mengeluarkan 92 saham dari mekanisme Full Call Auction (FCA). Perubahan ini membuat saham-saham lapis bawah kembali diperdagangkan dengan mekanisme lelang berkelanjutan. Dari 92 saham tersebut, 44 di antaranya masih aktif ditransaksikan dan sekitar 28 saham aktif berada di bawah Rp 50.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat turun 0,52% dengan 406 saham berada di zona merah. Nilai transaksi tercatat 15,87 miliar saham dengan valuasi pasar mencapai Rp 3,78 triliun. Pelemahan indeks terjadi di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak kebijakan baru terhadap likuiditas dan volatilitas saham berharga rendah.

Volatilitas Saham Lapis Bawah Berpotensi Meningkat

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai keluarnya 92 saham dari FCA membuka ruang pergerakan harga yang lebih fleksibel. Likuiditas berpotensi naik, tetapi risiko fluktuasi juga ikut meningkat. Mekanisme continuous auction memungkinkan pembentukan harga berlangsung lebih dinamis dibandingkan FCA.

"Dengan hilangnya mekanisme FCA, saham-saham tersebut memperoleh ruang pergerakan harga yang lebih fleksibel sehingga likuiditas berpotensi meningkat, tetapi volatilitas juga berpotensi meningkat," kata Nafan kepada Katadata, Senin (28/9).

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menambahkan, ruang harga yang lebih terbuka membuat price discovery lebih transparan. Tekanan jual maupun beli lebih mudah tercermin di harga, sehingga fluktuasi saham berlikuiditas tipis bisa lebih besar dalam jangka pendek.

Dampak ke IHSG Dinilai Terbatas

Meski volatilitas saham lapis bawah berpotensi naik, kedua analis sepakat dampak langsung ke IHSG cenderung terbatas. Saham dengan harga Rp 1 hingga Rp 50 memiliki bobot kapitalisasi yang relatif kecil terhadap indeks. Arah IHSG masih lebih banyak ditentukan saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan.

Faktor lain yang menentukan pergerakan indeks antara lain nilai tukar rupiah, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), aliran dana asing atau foreign flow, serta sentimen pasar global. Elandry menilai koreksi sekitar 0,9% belum dapat langsung dikaitkan dengan penerapan batas harga minimum Rp 1 dan keluarnya 92 saham dari FCA.

"Untuk IHSG sendiri, saya melihat pengaruhnya cenderung terbatas secara langsung karena saham-saham Rp 1-Rp 50 umumnya memiliki bobot kapitalisasi yang relatif kecil terhadap indeks," ujar Nafan.

Praktik Spekulasi Kembali Marak?

Perubahan mekanisme perdagangan dinilai memperbesar ruang spekulasi pada saham berkapitalisasi kecil dan likuiditas rendah. Namun, potensi tersebut tidak serta-merta membuat seluruh pasar kembali spekulatif. Mekanisme auto rejection atas (ARA) dan bawah (ARB) tetap berlaku, disertai pengawasan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kriteria Papan Pemantauan Khusus juga masih mempertimbangkan kondisi fundamental, seperti ekuitas negatif, masalah kelangsungan usaha atau pendapatan, serta proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau kepailitan. Elandry menekankan fundamental perusahaan, likuiditas, keterbukaan informasi, dan pengawasan bursa tetap menjadi faktor penting dalam perdagangan saham.

"Jadi, potensi spekulasi meningkat terutama pada saham berkapitalisasi kecil dan likuiditas rendah, tetapi tidak serta-merta berarti seluruh pasar akan kembali menjadi sangat spekulatif," kata Nafan.

Investor diminta lebih selektif, terutama dalam mencermati saham dengan likuiditas dan free float rendah. Kebijakan ini lebih tepat dilihat sebagai perubahan mekanisme price discovery, bukan pemicu otomatis IHSG menjadi lebih volatil.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks