GORONTALO — Insomniac Games, studio di balik seri Marvel's Spider-Man, mulai membuka tabir Marvel's Wolverine lewat sesi pratinjau tertutup. Head of Technology Insomniac, Mike Fitzgerald, mengungkapkan bahwa timnya ingin pemain langsung merasakan esensi Wolverine sejak menit pertama, berbeda dengan pembukaan Spider-Man yang identik dengan ayunan web di antara gedung pencakar langit.
"Saat memulai game Spider-Man pertama kami, kamu melompat dari jendela dan berayun di jalanan. Jadi, apa versi itu untuk Wolverine?" ujar Fitzgerald dalam wawancara yang dikutip dari bahan pratinjau.
Pembukaan Feral dan Misi Penyelamatan ala Wolverine
Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah adegan pembuka yang menampilkan Logan dalam keadaan liar di tengah hutan sebelum akhirnya diselamatkan oleh Nathaniel Essex. Alur cerita kemudian melompat ke masa kini, di mana Wolverine menjalankan misi penyelamatan Essex dari cengkeraman Bolivar Trask, antagonis yang akrab bagi penggemar X-Men.
Adegan aksi langsung dimulai dengan Wolverine terjun mundur dari helikopter sambil mengacungkan dua cakar ke arah musuh. Insomniac jelas ingin membangun kesan bahwa ini adalah game aksi penuh darah dan destruksi, bukan sekadar petualangan super hero biasa.
Mekanik Rage dan Last Stand: Kunci Bertahan Hidup Logan
Sistem pertarungan inti dibangun di atas kombo cakar "barrage" yang diakhiri dengan gerakan finisher. Setelah satu musuh tumbang, pemain bisa melompat langsung ke target berikutnya, menciptakan ritme pertarungan yang mengalir. Namun, ada elemen strategis yang tidak boleh diabaikan: mekanik rage meter.
Meter ini terisi setiap kali pemain aktif menyerang, mendorong gaya bermain ofensif. Di tier kedua, serangan penutup menjadi lebih kuat dan membuka akses ke kemampuan "last stand", yaitu mekanik kesempatan kedua yang mengharuskan pemain memencet tombol dengan cepat untuk bangkit kembali setelah dihujani peluru. Kemampuan regenerasi Logan memang membuatnya sulit mati, tapi bukan berarti kebal—musuh dengan perisai anti huru-hara dan mesin inhibitor yang membatasi penyembuhan akan memaksa pemain terus mengevaluasi taktik.
Bukan Sekadar Button Mashing, Ada Elemen Parry dan Positioning
Senior Project Director Reiner-Reed menegaskan bahwa Wolverine unggul dalam duel satu lawan satu. Masalah mulai muncul ketika jumlah lawan bertambah. "Logan sangat jago bertarung satu lawan satu. Lalu dua, tiga musuh mulai muncul... dan kamu benar-benar merasakan bahwa Logan bisa saja dihabisi jika terlalu banyak musuh di sekelilingnya," jelasnya.
Untuk mengatasi situasi tersebut, pemain harus memanfaatkan serangan jarak jauh yang bisa di-parry. Ada twist menarik di sini: serangan emas "reckless" yang jika berhasil di-parry akan memberi hadiah berupa gerakan take-down memuaskan. Ini mendorong pemain untuk justru terjun ke tengah keramaian musuh, bukan bertahan di belakang. Kombinasi antara serangan jarak dekat yang membutuhkan akurasi, mekanik dodge, dan manajemen posisi membuat combat terasa lebih dalam dari sekadar pesta tombol.
Belum ada tanggal rilis resmi untuk Marvel's Wolverine. Game ini dikembangkan khusus untuk platform PlayStation 5, dan para penggemar di Indonesia masih harus bersabar menunggu kabar selanjutnya dari Insomniac Games.