GORONTALO — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menempatkan saham JARR dan PGUN sebagai agunan tambahan dalam fasilitas kredit kepada PT Jhonlin Baratama, yang ditujukan untuk belanja modal dan pembiayaan grup usaha. Penilaian agunan saham dilakukan secara konservatif sebagai sumber pelunasan sekunder, menurut keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai struktur jaminan berlapis yang dipakai Bank Mandiri mencerminkan praktik pembiayaan korporasi yang lazim untuk debitur berskala besar. Menurutnya, manajemen bank pelat merah itu pasti telah mengkaji kesesuaian tujuan pengajuan kredit sebelum fasilitas dicairkan.
"Dari manajemen Bank Mandiri pasti sudah mengkaji kesesuaian tujuan pengajuan kredit dan memastikan dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan usaha atau investasi debitur," ujar Ibrahim.
Tujuan Kredit untuk Belanja Modal dan Pembiayaan Grup
Mengacu keterbukaan informasi Bank Mandiri di BEI, fasilitas kredit kepada PT Jhonlin Baratama diarahkan untuk pengembangan usaha. Cakupannya meliputi belanja modal serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan grup usaha.
Jhonlin Group dikenal sebagai konglomerasi yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, energi, perkebunan, dan logistik di Kalimantan Selatan. Kebutuhan pendanaan grup usaha biasanya berkaitan dengan ekspansi armada, infrastruktur pendukung tambang, hingga modal kerja operasional.
Struktur Jaminan: Saham Hanya Pelapis Kedua
Bank Mandiri menegaskan saham JARR dan PGUN bukan jaminan utama. Keduanya berposisi sebagai agunan tambahan dalam struktur yang juga mencakup aset tetap, aset non-tetap, dan rekening perusahaan.
Penilaian atas agunan saham dilakukan secara konservatif. Artinya, bank tidak mengandalkan fluktuasi harga pasar saham sebagai sumber pelunasan utama, melainkan menempatkannya sebagai sumber pelunasan sekunder bila terjadi gagal bayar.
- Agunan tambahan: saham JARR dan PGUN
- Agunan utama: aset tetap, aset non-tetap, dan rekening perusahaan
- Metode penilaian saham: konservatif, sebagai pelunasan sekunder
- Tujuan kredit: belanja modal dan pembiayaan grup usaha
Mengapa Saham Bisa Dipakai sebagai Agunan
Praktik menjaminkan saham sebagai agunan kredit korporasi bukan hal baru di industri perbankan nasional. Saham yang tercatat di bursa punya keunggulan likuiditas karena bisa dijual relatif cepat jika debitur gagal bayar.
Risikonya terletak pada volatilitas harga. Nilai agunan bisa tergerus tajam saat pasar saham terkoreksi, sehingga bank biasanya menerapkan haircut atau diskon terhadap nilai pasar saham yang dijaminkan.
Ibrahim menilai langkah Bank Mandiri mengombinasikan aset fisik dan instrumen pasar modal memberi lapisan proteksi berlapis. Aset tetap menyediakan nilai dasar yang stabil, sementara saham menambah fleksibilitas pelunasan.
Yang Perlu Dicermati Investor Perbankan
Bagi pemegang saham BMRI, eksposur kredit korporasi semacam ini perlu dilihat dalam konteks kualitas portofolio secara keseluruhan. Bank Mandiri belum mengungkap nilai fasilitas kredit maupun nilai agunan saham dalam keterbukaan informasi tersebut.
Kualitas kredit perbankan besar masih menjadi perhatian pasar di tengah tekanan suku bunga dan pelemahan daya beli. Rasio kredit bermasalah (NPL) dan pencadangan menjadi indikator yang paling dicermati analis setiap musim laporan keuangan.
Keterbukaan informasi ini juga menjadi pengingat bahwa transaksi kredit korporasi berukuran besar wajib dilaporkan ke BEI. Investor bisa memantau perkembangan melalui laporan keuangan kuartalan Bank Mandiri berikutnya.