GORONTALO — Indra Gobel menegaskan peluncuran AIR LANSIA bukan akhir dari sebuah kegiatan, melainkan titik awal perubahan cara kerja pemerintah dalam melayani warga lanjut usia. Ia meminta seluruh perangkat daerah meninggalkan pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri. Pelayanan kepada lansia, menurutnya, tidak cukup hanya lewat bantuan sosial.
“Saya ingin menegaskan bahwa peluncuran AIR LANSIA hari ini bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari perubahan cara kerja pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada lansia,” kata Indra dalam sambutannya.
Bukan Sekadar Menambah Program Baru
Indra menjelaskan, AIR LANSIA tidak dirancang sebagai program tambahan yang menumpuk di atas program lama. Program ini menyatukan layanan yang sudah tersedia agar lebih terintegrasi, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Warga lanjut usia disebutnya harus mendapat layanan yang mudah diakses, cepat direspons, dan berkelanjutan.
“Bukan sekadar menambah program, AIR LANSIA ini menyatukan layanan yang sudah tersedia menjadi lebih terintegrasi agar bekerja lebih efektif, terkoordinasi, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai selama ini persoalan utama pelayanan lansia bukan pada tidak adanya program, melainkan pada sebaran layanan yang tidak saling terhubung. Akibatnya, warga lanjut usia kerap harus berpindah meja untuk urusan yang sebenarnya berkaitan.
Dinas Sosial Jadi Penggerak Utama
Dalam peluncuran itu, Indra memberi dua arahan utama kepada jajaran pemerintah kota. Pertama, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat ditunjuk sebagai penggerak pelaksanaan AIR LANSIA. Dinas itu diminta memastikan pembagian tugas dan koordinasi yang jelas dengan perangkat daerah serta instansi terkait.
Kedua, pendataan dan pemutakhiran data lansia harus dilakukan secara akurat, dengan perhatian khusus pada lansia rentan. Indra menyebut data menjadi dasar penentuan siapa yang berhak menerima layanan dan bagaimana bentuk penanganannya.
“Kita harus mengetahui siapa yang membutuhkan pelayanan, di mana keberadaannya, dan apa kebutuhan yang harus segera ditangani,” pintanya.
Layanan Harus Terasa hingga Tingkat Kelurahan
Indra meminta program ini tidak berhenti pada seremoni peluncuran dan sosialisasi. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan AIR LANSIA sebagai gerakan kerja yang konkret dan terukur, dengan manfaat yang bisa dirasakan langsung warga lanjut usia di kelurahan.
“Mari kita jadikan AIR LANSIA sebagai langkah bersama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, terpadu, responsif, dan berkelanjutan, demi mewujudkan lansia Kota Gorontalo yang sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Gorontalo belum merinci jadwal tahapan lanjutan setelah sosialisasi. Namun arahannya sudah jelas: pendataan lansia rentan menjadi pekerjaan pertama yang harus rampung sebelum layanan terintegrasi berjalan penuh.