Pencarian

Masa Depan Pep Guardiola Usai Badai 115 Dakwaan Manchester City

Kamis, 15 Oktober 2026 • 21:20:31 WIB
Masa Depan Pep Guardiola Usai Badai 115 Dakwaan Manchester City
Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menghadiri laga kontra Paris Saint-Germain di Etihad Stadium.

GORONTALO — Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran finansial, dan bayang-bayang itu kini melekat pada warisan Pep Guardiola. Pria 55 tahun itu belum kembali ke bangku cadangan sejak meninggalkan Etihad musim panas lalu, dan pertanyaan besar soal langkah berikutnya mulai mengemuka.

Guardiola hadir di Etihad Stadium saat Manchester City kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions. Kehadirannya di tribun menjadi sinyal dukungan terbuka kepada pemilik klub, Khaldoon Al Mubarak, dan CEO Ferran Soriano, dua figur yang kini berada di pusat skandal.

Dakwaan ini mencakup periode 2009 hingga 2018, rentang waktu ketika City membangun fondasi dominasinya di Inggris. Selama kurun itu pula Guardiola datang pada 2016 dan mulai mengubah wajah klub.

Dua Dekade City dan Beban 20 Trofi

Selama sepuluh tahun di Manchester, Guardiola mempersembahkan 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League dan satu Liga Champions. Jika ia mengakui kesalahan klub, ia sekaligus mengakui seluruh pencapaian itu tidak sah.

Masa baktinya di City tiga tahun lebih lama dibanding gabungan periode di Barcelona dan Bayern Munich. Artinya, hampir 60 persen karier kepelatihannya berada di klub yang kini tercemar dakwaan.

Ini belum menghitung kasus Negreira yang membelit Barcelona, terkait pembayaran kepada mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol. Guardiola kini menghadapi musim gugur yang tidak nyaman, dan musim dingin diprediksi tak lebih baik saat proses banding berjalan.

Setahun Menepi dan Tawaran yang Ditolak

Guardiola sudah dipastikan absen setidaknya setahun dari dunia kepelatihan. Ia menolak tawaran menangani timnas Italia dengan alasan butuh istirahat dan urusan pribadi.

Di usia 55 tahun, secara teori ia masih punya banyak waktu di pinggir lapangan. Seorang obsesif sepak bola seperti dia tidak akan tinggal diam dalam waktu lama.

Kritik yang Selalu Membayangi: Tak Pernah Tangani Klub Kecil

Guardiola tidak pernah menangani klub kecil atau tim dengan sumber daya terbatas. Kritik ini kerap dilontarkan ketika namanya dibandingkan dengan Sir Alex Ferguson, Jose Mourinho, dan Jurgen Klopp.

Ketiganya membangun klub dari nol, mengembalikan kejayaan lama, dan meraih gelar terbesar tanpa anggaran terbesar. Guardiola memulai dari Barcelona, klub yang dua tahun sebelumnya juara Liga Champions, meski transformasinya tetap luar biasa.

Ironinya, gagasan Guardiola menangani klub kecil kini nyaris mustahil, sebagian karena kepemilikan negara atas City dan PSG. Peta kekuatan Eropa sudah terdistorsi oleh apa yang disebut liga super finansial.

Jejak Italia dan Panggilan yang Menggoda

Karier bermain Guardiola di Eropa berakhir di Italia, meski tidak lepas dari skandal. Ia punya kedekatan dengan Semenanjung tersebut, dan minat pada posisi pelatih Azzurri menunjukkan hal itu.

Tantangan besar di sana adalah mengembalikan Juventus atau Milan ke meja tertinggi. Tidak ada juara Liga Champions dari Italia sejak Mourinho bersama Inter Milan pada 2010, dan Juventus sudah kalah lima final sejak terakhir juara 30 tahun lalu.

Kembali ke Barcelona selalu mungkin. Membangkitkan Manchester United akan menjadi alur cerita paling aneh berikutnya di sinetron Premier League.

Brasil dan Inggris Menanti

Posisi timnas Spanyol bisa dicoret karena dominasi mereka saat ini dan ikatan Catalan Guardiola. Brasil dan Inggris menjadi dua pekerjaan terbesar yang tersisa, dan Guardiola pernah dikaitkan dengan keduanya.

Untuk itu, perlu Carlo Ancelotti mundur atau Thomas Tuchel gagal juara Euro 2028. Keduanya bukan skenario yang terlalu jauh.

Apa pun yang terjadi dengan City dalam beberapa pekan, bulan, dan tahun mendatang, namanya akan selalu menempel pada Guardiola. Langkah berikutnya bisa menjadi plot besar berikutnya dalam dunia sepak bola.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks